Sinergi Edukasi dan UMKM, Angkringan British Balangan Sulap Tempat Santai Jadi Wadah Asah Bahasa Inggris

Oleh: Julfidan
Sinergi Edukasi dan UMKM, Angkringan British Balangan Sulap Tempat Santai Jadi Wadah Asah Bahasa Inggris

BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Sebuah terobosan unik yang memadukan dunia pendidikan dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lahir di Kabupaten Balangan. Lewat konsep “Angkringan British”, masyarakat diajak mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan cara yang jauh dari kata kaku.

Mengusung jargon “Eat, Chill, Learn”, inovasi yang telah dirintis sejak awal 2024 ini menyediakan ruang belajar nonformal yang santai, interaktif, serta ramah bagi semua kalangan.

Inovator Angkringan British, Annisa Norrahmah, mengungkapkan bahwa gagasan ini berawal dari kegelisahannya melihat masih rendahnya kecakapan bahasa Inggris warga Balangan akibat minimnya ruang praktik, tingginya biaya kursus, hingga adanya stigma bahwa bahasa asing itu menakutkan.

“Kami ingin mendobrak stigma bahwa belajar bahasa Inggris itu rumit dan harus selalu berada di ruang kelas. Di sini, warga bisa belajar sambil menikmati kuliner, ngobrol santai, sekaligus menyokong UMKM lokal,” jelas Annisa, Selasa (28/7/2026).

Daya tarik utama dari inovasi ini terletak pada skema pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Selain menyediakan program kelas bahasa Inggris gratis (Free English Class) saban hari Minggu, pengunjung juga diajak langsung mempraktikkan percakapan bahasa Inggris saat bertransaksi jual-beli makanan pada hari Jumat dan Minggu.

Guna memperkuat atmosfir belajar, Angkringan British menerapkan penamaan menu kuliner dalam bahasa Inggris serta menerbitkan British Card yang berfungsi sebagai kartu identitas sekaligus kupon diskon.

Tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas SDM, program ini terbukti memberi geliat positif bagi ekonomi warga sekitar melalui skema konsinyasi dengan pelaku UMKM lokal serta membuka peluang kerja bagi mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

“Responsnya sangat luar biasa. Usaha ini bahkan mampu mencapai titik impas (Break Even Point) hanya dalam rentang waktu sekitar dua bulan pasca diluncurkan,” tambah Annisa.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 600 peserta telah merasakan manfaat dari program edukasi berbasis kuliner tersebut.

Ke depan, Angkringan British diharapkan terus mengepakkan sayap sebagai model sinergi ideal antara sektor pendidikan, inovasi daerah, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Balangan.

Artikel Menarik Lainnya