Puluhan Kendaraan Hias Meriahkan Festival Baarak Tanglong di Balangan

Oleh: Julfidan
Puluhan Kendaraan Hias Meriahkan Festival Baarak Tanglong di Balangan

BANUASANGGAM.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Festival Baarak Tanglong guna menyemarakkan Ramadan 1447 H, Jumat (13/3/2026). Oleh karena itu, puluhan kendaraan hias bernuansa Islami memenuhi jalanan utama Kota Paringin dan menarik antusiasme ribuan penonton.

Sekitar 30 peserta mengikuti festival yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Banua tersebut. Selanjutnya, rute arak-arakan bermula dari Siring Kota Paringin menuju Masjid Al-Akbar sebelum para peserta kembali ke garis finis di halaman Dekranasda.

Bupati Balangan, Abdul Hadi, membuka secara resmi kegiatan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya daerah. Pasalnya, beliau ingin Baarak Tanglong terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat setiap bulan suci. Maka dari itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang kreativitas bagi pemuda dan organisasi lokal.

Selain itu, Abdul Hadi sekaligus meresmikan Siring Kota Paringin sebagai ruang publik baru yang lebih representatif. Rupanya, beliau berharap masyarakat dapat memanfaatkan area tersebut untuk berbagai kegiatan positif dan acara kebudayaan di masa depan. Alhasil, peresmian ini menambah kemeriahan suasana malam Ramadan di Bumi Sanggam.

Kepala Disdikbud Balangan, Abiji, menyatakan rasa syukurnya atas kesuksesan festival tahun ini. Bahkan, beliau menargetkan penyelenggaraan yang jauh lebih meriah pada tahun mendatang dengan dukungan fasilitas tempat yang semakin memadai. Singkatnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari ketertiban masyarakat selama menyaksikan arak-arakan.

Dengan demikian, dewan juri menetapkan TP PKK Balangan sebagai Juara I berdasarkan hasil penilaian kreativitas kendaraan hias. Tentunya, Bapperida Balangan menyusul di posisi Juara II, sementara Karang Taruna Remaja Mekar Paringin Kota menempati Juara III. Rencananya, pemerintah akan terus meningkatkan skala festival ini agar menjadi magnet wisata religi di Kalimantan Selatan.

Artikel Menarik Lainnya