BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Balangan meluncurkan inovasi Graha Asli Paringin sebagai langkah strategis memperkuat penanggulangan HIV AIDS. Program ini mengubah pola lama yang biasanya hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Inovator Graha Asli Paringin, Graha Eka Satria, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari hasil evaluasi program. Ia menilai penanganan selama ini belum optimal karena banyak pengidap tidak terdeteksi sejak dini, Senin (20/4/2026).
Graha menegaskan bahwa menunggu pasien bergejala datang ke puskesmas adalah langkah yang terlambat. Banyak pasien justru sudah memasuki fase AIDS saat pertama kali memeriksakan diri.
“Kami tidak ingin terlambat menangani pasien. Jika mereka baru datang saat sudah bergejala, risiko kematian menjadi sangat tinggi,” ujar Graha.
Melalui inovasi ini, Dinkes Balangan menjalankan tiga kegiatan utama secara serentak. Tim medis melakukan deteksi dini secara aktif ke lapangan bersama puskesmas. Selain itu, petugas menyebarkan informasi melalui sosialisasi dan mendampingi pengobatan para pasien.
Graha juga menyoroti kuatnya stigma negatif di tengah masyarakat. Hal ini membuat banyak orang takut memeriksakan status kesehatan mereka. Layanan VCT mobile kini menyasar lokasi populasi berisiko dengan pendekatan personal yang sangat rahasia.
Puskesmas berperan aktif mendampingi pasien agar tetap terhubung dengan layanan pengobatan di RSUD Datu Kandang Haji. Petugas bahkan membantu pasien yang mengalami kendala biaya atau transportasi.
“Pendampingan ini bertujuan agar pasien disiplin minum obat. Kami ingin kondisi kesehatan dan psikologis mereka tetap terpantau dengan baik,” tambahnya.
Inovasi Graha Asli Paringin memiliki target besar untuk menekan angka kematian akibat HIV AIDS. Dinkes Balangan optimis program ini mampu meningkatkan kualitas hidup para pengidap di Bumi Sanggam.

