BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan melaksanakan sosialisasi dan edukasi Berani Gesit. Kegiatan ini menyasar para pelajar di SMA Negeri 2 Halong, Desa Uren, Kecamatan Halong, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, program bertajuk Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Goes to School ini memiliki misi besar. Misi utamanya adalah meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan bergizi seimbang.
JF Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKP3 Balangan, Aisyah, menyebut kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi yang efektif. Sebab, petugas bisa berdialog langsung dengan para pelajar terkait penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kami sangat bersyukur bisa melaksanakan kegiatan B2SA Goes to School di SMAN 2 Halong. Oleh karena itu, kami berharap para siswa bisa mempraktikkan pola konsumsi B2SA ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aisyah.
Kemudian, perwakilan Pokja III PKK Kabupaten Balangan, H. A. Sarkawi, turut memuji semangat para peserta. Pasalnya, puluhan siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa selama sesi edukasi dan tanya jawab berlangsung.
Sarkawi ingin para pelajar tidak sekadar menyerap ilmu untuk diri sendiri. Oleh sebab itu, mereka harus mampu menularkan kebiasaan positif tersebut ke lingkungan terdekat.
“Kami berharap anak-anak bisa menerapkan ilmu ini. Selain itu, mereka wajib menyampaikan pentingnya makanan sehat dan aman kepada keluarga di rumah,” harap Sarkawi.
Sementara itu, salah satu guru SMAN 2 Halong, Enny Novita Sari, menyambut baik kehadiran tim pemkab. Sebab, materi edukasi mengenai stunting ini sangat krusial bagi masa depan generasi muda di wilayah Halong.
“Kami merasa sangat senang dengan kunjungan ini. Namun, kami juga berharap tim DKP3 bersedia datang kembali ke sekolah ini untuk memberikan edukasi lanjutan pada lain waktu,” ungkap Enny.
Singkatnya, program inovatif ini menargetkan para pelajar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Dengan demikian, penerapan pola konsumsi B2SA secara masif akan mempercepat terwujudnya Kabupaten Balangan yang bebas dari ancaman stunting.

