BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Peringatan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Balangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fase awal musim kemarau telah memicu peningkatan titik panas hingga 75 persen di wilayah Kalsel.
Selain itu, kondisi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemerintah daerah. Publik tentu masih mengingat memori kelam karhutla 2015 yang menghanguskan ratusan ribu hektare lahan di Kalsel. Oleh karena itu, sinyal kewaspadaan di Bumi Sanggam kini mulai menyala.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan memastikan langkah mitigasi di tingkat lokal sudah berjalan. Petugas memfokuskan pengawasan pada area yang memiliki vegetasi kering seiring menurunnya curah hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, mengungkapkan bahwa kondisi daerah sejauh ini masih aman dari kebakaran besar. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap setiap anomali suhu.
“Wilayah Balangan sejauh ini masih aman dari kejadian karhutla. Meskipun demikian, kemarin satelit sempat memantau dua hotspot atau titik panas di wilayah Tangalin,” ujar Jumaidil, Rabu (29/4/2026).
Guna mengantisipasi perluasan titik api, BPBD Balangan terus memperkuat sinergi dengan instansi vertikal. Kemudian, mereka melakukan koordinasi rutin bersama Manggala Agni untuk memantau perkembangan faktual di lapangan.
Selanjutnya, BPBD juga masif melakukan edukasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya kemarau. Pasalnya, kesadaran warga merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan skala besar.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk memantau lapangan. Selain itu, kami menyebarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat melalui media sosial SIGAB,” tambahnya.
Singkatnya, upaya pencegahan sejak dini ini bertujuan agar Balangan terhindar dari krisis asap. Oleh sebab itu, pemerintah meminta masyarakat aktif membantu dengan cara tidak membuka lahan dengan metode membakar.

