Tingkatkan Respons Aduan, Satpol PP Balangan Luncurkan 5 Inovasi Berbasis Teknologi

Oleh: Julfidan
Tingkatkan Respons Aduan, Satpol PP Balangan Luncurkan 5 Inovasi Berbasis Teknologi

Banuasanggam.com, PARINGIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Balangan terus melahirkan terobosan segar dengan mengembangkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan lapangan serta pemanfaatan teknologi informasi. Langkah ini diambil demi mendongkrak efisiensi kerja sekaligus memperkuat kualitas pelayanan bagi masyarakat luas.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi penegakan peraturan daerah (perda), perlindungan masyarakat, serta penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat secara lebih responsif.

Kepala Satpol PP Kabupaten Balangan, Noor Aspariah, pada Kamis (4/6/2026) mengungkapkan bahwa deretan inovasi yang dirancang merupakan strategi jitu untuk menjawab kompleksitas tantangan tugas di lapangan. Selain itu, sistem digital ini bertujuan mempercepat pelayanan publik agar lebih transparan, akuntabel, dan adaptif.

“Lewat pemanfaatan teknologi ini, kami ingin menciptakan sistem kerja yang jauh lebih efektif, mempercepat durasi respons terhadap setiap aduan warga, serta mempererat koordinasi internal maupun lintas sektor. Kami ingin kehadiran Satpol PP benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Noor Aspariah.

Berikut adalah lima inovasi unggulan yang saat ini diterapkan oleh Satpol PP Kabupaten Balangan:

  1. TRECKK (Tim Reaksi Cepat Ketentraman Ketertiban Umum): Sistem pendukung operasional lapangan yang difokuskan untuk meningkatkan ketepatan dan kecepatan petugas dalam menindak pelanggaran ketertiban.
  2. LA-LISA (Layanan Aduan onLIne SAtpol PP): Platform digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat luas untuk mengirimkan laporan gangguan trantibum secara cepat dan mudah.
  3. SI PRAJAWAN (Sistem Informasi Praja Wibawa Balangan): Aplikasi pendataan dan manajemen internal personel guna mendongkrak profesionalitas serta kesiapsiagaan seluruh anggota aparatur.
  4. SISBISIK POL PP (Sistem Pembinaan Mental dan Fisik Polisi Pamong Praja): Media komunikasi dan berbagi informasi internal yang dirancang untuk memperkuat soliditas koordinasi antara petugas lapangan dengan pihak manajemen.
  5. SPARCO (Satuan Praja Rolling To School): Inovasi modern untuk mendukung pengelolaan administrasi penugasan serta pelaporan kegiatan secara lebih sistematis dan akuntabel.

Noor Aspariah menambahkan bahwa seluruh terobosan ini tidak sekadar berfokus pada kecanggihan teknologi, melainkan juga menuntut perubahan kultur kerja ke arah yang lebih modern dan kolaboratif. Setiap anggota korps penegak perda ini didorong untuk memiliki tingkat kepedulian dan responsivitas yang tinggi.

Artikel Menarik Lainnya