Kasus Campak di Balangan Meningkat, Mayoritas Penderita Belum Imunisasi

Oleh: Julfidan
Kasus Campak di Balangan Meningkat, Mayoritas Penderita Belum Imunisasi

BANUASANGGAM.COM, PARINGIN – Kabupaten Balangan mencatat peningkatan kasus penyakit campak yang signifikan sejak awal tahun 2026. Oleh karena itu, kondisi ini memicu kekhawatiran serius karena tim kesehatan menemukan bahwa mayoritas penderita belum pernah mendapatkan imunisasi campak sebelumnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan mencatat 24 orang diduga terjangkit campak, dengan 15 orang di antaranya sudah terkonfirmasi positif. Selanjutnya, sebaran kasus ini mencakup beberapa wilayah seperti Kecamatan Paringin, Paringin Selatan, Batumandi, hingga Halong.

Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Balangan, Yuspiteriandi, menjelaskan bahwa faktor utama ledakan kasus ini adalah nihilnya riwayat vaksinasi pada pasien. Pasalnya, hasil investigasi menunjukkan bahwa seluruh pasien positif tidak pernah menerima imunisasi rutin maupun booster. Maka dari itu, daya tahan tubuh kelompok anak-anak ini sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan tersebut.

Selain itu, beliau menilai penurunan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 tahun 2020-2022 menjadi penyebab lainnya. Rupanya, hambatan pelayanan kesehatan di masa lalu membuat banyak anak melewatkan jadwal vaksinasi penting. Alhasil, kasus campak kini mulai bermunculan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat antar-kabupaten tetangga.

Terkait wacana penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB), pihak dinas masih melakukan kajian lebih dalam. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Balangan terus bergerak cepat melalui program imunisasi kejar untuk menjangkau anak-anak yang tertinggal. Bahkan, petugas kesehatan kini menyisir setiap desa guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dari perlindungan medis.

Singkatnya, orang tua harus segera membawa putra-putrinya ke fasilitas kesehatan terdekat jika belum mendapatkan vaksin lengkap. Dengan demikian, kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan campak di Bumi Sanggam. Tentunya, anak hingga usia 12 tahun masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan imunisasi ini demi masa depan yang lebih sehat.

Artikel Menarik Lainnya