BANUASANGGAM.COM, PARINGIN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Balangan resmi meluncurkan inovasi Digitalisasi Kebangsaan atau DIKA, Rabu (11/3/2026). Oleh karena itu, inovasi ini hadir sebagai solusi strategis untuk memodernisasi tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melalui teknologi yang terintegrasi.
Tri Joko Mulyono menginisiasi sistem DIKA sebagai respons terhadap kebutuhan sistem seleksi yang bebas dari subjektivitas maupun intervensi pihak luar. Selanjutnya, sistem ini mengacu pada landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka.
Salah satu fokus utama inovasi DIKA adalah meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi yang tinggi. Pasalnya, sistem ini bertujuan menghapus celah nepotisme dan praktik “peserta titipan” yang sering menjadi kendala dalam seleksi manual.
Maka dari itu, seluruh proses penilaian kini dapat diakses secara terbuka melalui fitur Dashboard nilai dan sistem QR Code hasil seleksi secara real-time. “Digitalisasi Kebangsaan tidak hanya menjawab aspek efisiensi, tetapi juga menjaga substansi nilai Pancasila dan menjamin keadilan sosial,” ujar Tri Joko Mulyono.
Teknologi DIKA menghadirkan pembaruan signifikan, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Adaptif hingga penggunaan motion analysis untuk menilai baris-berbaris. Selain itu, sistem menyediakan jejak data digital yang kuat guna mempermudah proses audit serta pengawasan independen.
Alhasil, Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen menciptakan ekosistem seleksi yang inklusif bagi seluruh putra-putri daerah. Singkatnya, melalui DIKA, Balangan berupaya menjadi pionir dalam transformasi digital pembinaan ideologi bangsa yang berintegritas.

