BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Menyikapi datangnya musim kemarau tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan bergerak cepat memperketat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satu aksi nyata di lapangan diwujudkan lewat pemasangan spanduk imbauan bahaya Karhutla di berbagai titik vital yang ramai dilalui warga sejak Senin (27/7/2026).
Pemasangan spanduk peringatan tersebut menyasar area sekitar kantor kecamatan sebagai pusat berkumpulnya aktivitas masyarakat. Hingga kini, imbauan telah terpasang di lima wilayah, yakni Kecamatan Paringin, Lampihong, Halong, Juai, dan Batumandi.
Dalam spanduk tersebut, BPBD membeberkan lima poin krusial yang wajib dipatuhi warga: larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, larangan membuang puntung rokok sembarangan, menghindari praktik pembakaran hutan, tidak meninggalkan titik api di area terbuka, serta imbauan segera melapor ke nomor darurat 112 jika melihat potensi bahaya api.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menegaskan bahwa edukasi visual ini merupakan bagian dari upaya mitigasi awal untuk membangun kesadaran bersama.
“Musim kemarau membuat lahan sangat rentan terbakar, dan kerap kali dipicu oleh kelalaian atau aktivitas manusia. Lewat spanduk ini, kami ingin mewanti-wanti warga agar tidak ada lagi yang membersihkan lahan dengan cara dibakar,” tegas Jumaidil, Selasa (28/7/2026).
Selain memasang imbauan, BPBD Balangan bakal mengintensifkan patroli berkala, sosialisasi langsung, serta memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, hingga relawan di lapangan.
Melalui langkah antisipasi ini, BPBD berharap kesadaran masyarakat Balangan terus meningkat sehingga ancaman bencana asap dan kebakaran lahan dapat ditekan sedini mungkin.

