BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Guna memastikan akurasi data di lapangan sekaligus memantau kondisi warga di daerah terpencil, DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan menggelar pendampingan verifikasi dan validasi pemutakhiran data keluarga berisiko stunting di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, Rabu (29/7/2026).
Aksi turun ke pelosok desa ini merupakan bagian dari gerakan nasional pemutakhiran data yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia.
JF Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, menuturkan bahwa tim gabungan bersama penyuluh KB sengaja datang langsung menyambangi rumah-rumah warga sasaran untuk melihat realita di lapangan.
“Akses jalan yang serba terbatas di kawasan ini tentu berdampak langsung pada kemudahan warga dalam memenuhi kebutuhan mendasar, mulai dari bahan pangan bergizi, suplemen vitamin, hingga susu. Sebab itu kami ingin memastikan secara akurat kondisi riil mereka,” jelas Denny.
Dalam giat pemutakhiran data tersebut, petugas mendata secara mendalam dua anak balita dan seorang ibu hamil yang masuk dalam kriteria keluarga berisiko stunting.
Dari hasil penyisiran di lapangan, terungkap sejumlah pemicu risiko yang masih membelenggu warga, seperti minimnya ketersediaan jamban sehat, sarana sanitasi yang belum memadai, serta letak geografis pemukiman yang terisolasi. Temuan ini dinilai membutuhkan intervensi lintas sektor secara terpadu.
Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama wilayah Binuang Santang, M. Ramadhani Mubarak, menegaskan bahwa data yang terhimpun ini bakal dijadikan rujukan bagi instansi teknis lainnya untuk mengambil tindakan nyata.
“Tugas kami mendata fakta di lapangan. Hasil verifikasi ini selanjutnya diteruskan ke dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti, dengan harapan sarana jalan, air bersih, dan jamban di desa ini segera mendapat perhatian,” tutur Ramadhani.
Di sisi lain, Bidan Desa Binuang Santang, Anika, menyoroti pentingnya jaminan layanan kesehatan bagi ibu hamil di wilayah terluar agar terus terpantau hingga hari persalinan.
“Harapan kami ibu hamil di Binuang Santang bisa terus mendapat pemantauan medis secara berkala dan nantinya berkesempatan melahirkan di fasilitas kesehatan resmi demi keselamatan ibu dan janin,” ungkap Anika.
Tak sekadar membawa lembaran data, dalam kunjungan tersebut tim juga menyerahkan bantuan langsung berupa biskuit penambah gizi, susu khusus balita, serta asupan susu bagi ibu hamil sebagai bentuk dukungan nutrisi instan bagi keluarga penerima manfaat.

