Antisipasi Gejolak Harga dan Bencana, DKP3 Balangan Amankan Ratusan Ton Beras Cadangan

Oleh: Julfidan
Antisipasi Gejolak Harga dan Bencana, DKP3 Balangan Amankan Ratusan Ton Beras Cadangan

BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan memastikan ketahanan pangan di wilayah Bumi Sanggam berada dalam posisi yang sangat tangguh. Hingga pertengahan tahun 2026, stok cadangan beras pemerintah daerah dilaporkan melimpah hingga menyentuh angka 117 ton.

Jumlah ketersediaan tersebut setara dengan empat kali lipat dari proyeksi kebutuhan minimal daerah yang berkisar di angka 25,37 ton untuk tahun ini.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan, Dewi Diniati, mengungkapkan surplus cadangan pangan ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam mengantisipasi ancaman krisis maupun situasi darurat.

“Berdasarkan pedoman kalkulasi dari Badan Pangan Nasional, kebutuhan riil kita sebenarnya hanya 25,37 ton untuk tahun 2026. Dengan stok riil yang memegang 117 ton, posisi pangan kita sangat aman untuk membentengi masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga atau kondisi darurat,” ujar Dewi Diniati, Jumat (31/7/2026).

Dewi menjelaskan, manajemen tata kelola lumbung pangan ini berpijak pada Peraturan Bupati Balangan Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah. Regulasi ini sengaja disiapkan sebagai tameng hukum untuk menjaga pasokan, melindungi para petani lokal agar harga gabah tidak anjlok saat panen raya, sekaligus menjamin hak pangan warga saat krisis.

Dalam menentukan volume stok, DKP3 Balangan juga menyelaraskan regulasi lokal dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 agar data kebutuhan yang dihitung di lapangan benar-benar presisi.

“Cadangan beras yang melimpah ini disiagakan bukan hanya untuk merespons bencana alam atau konflik sosial, melainkan juga sebagai instrumen intervensi pasar guna meredam gejolak harga beras yang berpotensi membebani kantong masyarakat,” tambahnya.

Secara teknis, ratusan ton beras cadangan pemerintah ini akan dialirkan pada tiga momentum krusial. Pertama, saat terjadi status darurat bencana seperti banjir bandang, kekeringan ekstrem, tanah longsor, kebakaran, hingga fenomena gagal panen (puso). Kedua, untuk program pengentasan wilayah rawan pangan kronis. Ketiga, sebagai amunisi operasi pasar ketika harga beras di pasaran melonjak tak terkendali.

Dengan bantalan stok yang sangat tebal serta didukung regulasi yang matang, Pemkab Balangan optimistis mampu mempertahankan iklim ketahanan pangan yang stabil sekaligus memastikan kebutuhan dasar karbohidrat masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi apa pun.

Artikel Menarik Lainnya