BANUASANGGAM.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan bersama unsur TNI-Polri dan relawan terus mematangkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Mengingat indeks kerawanan karhutla di Bumi Sanggam masih tergolong tinggi saban tahunnya, penguatan di lini pencegahan kini menjadi prioritas utama.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, saat memimpin Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Kesiapsiagaan Karhutla yang diinisiasi oleh Polres Balangan di Lapangan Komplek Perkantoran Tugu Maritam, Paringin Selatan, Rabu (12/8/2026).
Dalam amanatnya, Akhmad Fauzi menegaskan pentingnya pergeseran fokus penanganan dari merespons bencana menjadi pencegahan yang terstruktur.
“Kita harus konsisten menganut paradigma baru dalam penanganan bencana, yakni memperkuat lini pencegahan serta pengurangan risiko atau mitigasi. Prinsipnya, pencegahan itu jauh lebih utama dan biayanya sangat hemat ketimbang kita baru bergerak menanggulangi saat kobaran api sudah membesar,” tegas Akhmad Fauzi.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan pencegahan tidak semata bergantung pada kesiapan petugas di lapangan, melainkan sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat. Terlebih, sebagian besar pemicu titik api kerap berawal dari aktivitas kelalaian manusia.
Oleh karena itu, Wabup mendorong seluruh pihak untuk melipatgandakan edukasi secara masif dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi publik, termasuk platform media sosial dan media massa.
“Sebarluaskan imbauan dan sentuh kesadaran warga melalui media sosial serta kanal informasi lainnya yang menjangkau pelosok. Ajak masyarakat untuk sama-sama peduli dan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga lingkungannya,” tambahnya.
Usai barisan apel dibubarkan, kesiapan operasional langsung diuji lewat simulasi pemadaman api secara teknis yang diperagakan oleh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan bersama gabungan relawan bencana.
Simulasi ini digelar untuk memastikan seluruh armada penembak air, pompa portabel, hingga peralatan pendukung dalam kondisi siap pakai (ready to use). Selain mengecek kelayakan alutsista bencana, latihan bersama ini ditujukan untuk mengasah kecepatan respons (response time) dan soliditas koordinasi antar-personel saat diterjunkan ke titik pemadaman riil.

