Lawan TBC Hingga Stunting, Puskesmas Tanah Habang Luncurkan 4 Program Inovatif

Oleh: Julfidan
Lawan TBC Hingga Stunting, Puskesmas Tanah Habang Luncurkan 4 Program Inovatif

BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Guna mempermudah akses dan meningkatkan mutu layanan bagi warga, UPT Puskesmas Tanah Habang resmi meluncurkan empat program inovasi kesehatan sekaligus. Langkah ini berfokus pada pencegahan penyakit, edukasi, serta pelibatan warga secara langsung.

Empat program yang diusung tersebut mencakup penanganan TBC, penyebaran informasi kesehatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mencegah anemia dan stunting pada ibu serta anak.

Kepala UPT Puskesmas Tanah Habang, Gusti Rahmiati, menyampaikan bahwa pendekatan medis saat ini tidak lagi sekadar mengobati warga yang sakit, melainkan fokus pada tindakan pencegahan sejak dini.

“Kami ingin pelayanan kesehatan hadir lebih dekat, mudah dijangkau, dan solutif. Sebab itu, fokus kami bergeser ke pencegahan dan edukasi yang melibatkan masyarakat secara aktif,” ujar Gusti Rahmiati, Rabu (22/7/2026).

Adapun program pertama yang dijalankan adalah UPT (Upaya Peduli Tuberkulosis). Lewat program ini, pihaknya membentuk Kampung Siaga TBC untuk mempercepat penemuan kasus baru, mendampingi proses pengobatan pasien hingga tuntas, serta memberikan pemahaman kepada warga sekitar.

Untuk urusan edukasi publik, Puskesmas menghadirkan Boengas (Berkolaborasi Informasi Kesehatan). Program ini menjadi wadah lintas sektor dalam menyebarkan informasi gaya hidup sehat dengan bahasa yang lebih santai dan gampang dipahami warga.

Menariknya, dua inovasi lainnya memanfaatkan teknologi aplikasi seluler yang dirancang langsung oleh tim internal pengelola program gizi puskesmas.

Pertama, ada program Sehati (Sehat Aktif Tanpa Anemia). Target utamanya adalah kelompok remaja. Agar tidak membosankan, edukasi pencegahan anemia dan ajakan rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD) dikemas dalam bentuk game petualangan interaktif yang bisa diunduh di Google Play Store.

Kedua, inovasi berbasis aplikasi Sibalang (Sinergi Ibu dan Balita Lawan Stunting). Aplikasi ini berfungsi sebagai panduan digital bagi ibu hamil hingga pemantauan tumbuh kembang balita. Di dalamnya terdapat fitur pemantauan kehamilan, grafik tumbuh kembang anak, panduan ASI eksklusif, hingga tips perawatan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) di rumah.

“Dua aplikasi ini adalah hasil karya inovator internal kami sendiri. Kami berharap pemanfaatan platform digital ini bisa mempercepat penanganan masalah gizi di lapangan secara akurat,” tambah Gusti.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seluruh program ini sangat bergantung pada kerja sama antara petugas medis, aparat desa, kader, dan kesadaran masyarakat itu sendiri.

Langkah inovatif yang dilakukan Puskesmas Tanah Habang ini sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Artikel Menarik Lainnya