Tingkatkan Capaian IPM dan Ekonomi, Pemkab Balangan Selaraskan Langkah Strategis

Oleh: Julfidan
Tingkatkan Capaian IPM dan Ekonomi, Pemkab Balangan Selaraskan Langkah Strategis

Banuasanggam.com, PARINGIN – Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju pertumbuhan ekonomi, persentase tingkat kemiskinan, hingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi menu utama dalam agenda Bedah Indikator Makro Daerah. Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan, Rabu (17/6/2026).

Agenda ini digelar sebagai jembatan untuk mendongkrak pemahaman seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap indikator makro pembangunan. Melalui forum ini, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan langkah taktis demi memacu peningkatan capaian pembangunan lewat program kerja yang lebih terarah.

Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, Rakhmadi Yusni, menegaskan bahwa penyamaan persepsi mengenai indikator makro daerah memegang peranan mahapenting dalam menyusun peta jalan pembangunan yang berkesinambungan.

“Tujuan mendasar dari bedah indikator ini adalah menyamakan frekuensi dan persepsi terkait substansi indikator makro daerah. Kita harus memiliki pandangan yang sama tentang bagaimana cara mendongkrak capaian angka-angka makro tersebut melalui intervensi program pemerintah yang tepat guna,” urai Rakhmadi Yusni.

Lebih lanjut, Rakhmadi menambahkan bahwa potret keberhasilan pembangunan daerah pada akhirnya akan diukur secara objektif melalui lembaran data statistik. Oleh karena itu, akurasi pemahaman terhadap indikator makro akan menuntun perangkat daerah dalam menelurkan kebijakan yang lebih presisi dan berbasis data (data-driven policy).

Hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Balangan, Sigit Purnomo, mengingatkan bahwa grafik peningkatan indikator makro mustahil dicapai secara instan atau hanya bertumpu pada satu program tunggal.

“Efek dari program yang dijalankan pemerintah terhadap fluktuasi indikator makro tidak serta-merta langsung berwujud dalam hitungan bulan atau satu tahun anggaran. Semua itu membutuhkan proses yang matang dan kesinambungan program agar dampaknya benar-benar tercermin secara valid dalam data statistik,” terang Sigit Purnomo.

Sigit memberikan contoh konkret pada klaster Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Menurutnya, penanganan pengangguran menuntut pemahaman mendalam terhadap profil dan karakteristik para pencari kerja lokal. Dengan membedah data tersebut, pemerintah bisa merumuskan formula intervensi yang jauh lebih efektif, termasuk dalam memicu ketersediaan lapangan kerja di sektor formal.

Artikel Menarik Lainnya