BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan mulai mematangkan langkah untuk menghadapi Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026. Persiapan ini berlangsung dalam rapat koordinasi di Aula I Bapperida Balangan, Paringin Selatan, Kamis (19/2/2026).
Plt. Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A P2KB PMD) Balangan, Noreli Rahmah, menyebutkan bahwa pengumpulan data pendukung dari setiap perangkat daerah masih menjadi tantangan utama.
Menurut Noreli, sinkronisasi dokumen antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seringkali terhambat oleh kesibukan masing-masing instansi. Hal ini terkadang memicu keterlambatan atau ketidaksesuaian dokumen dengan indikator penilaian pusat.
“Tantangan kami biasanya ada pada pengumpulan data dukung. Kesibukan SKPD terkadang membuat dokumen yang masuk belum sepenuhnya sesuai dengan indikator,” jelas Noreli.
Ia pun memprioritaskan koordinasi yang lebih intensif di lingkup gugus tugas. Harapannya, sinergi yang kuat dapat mendongkrak skor capaian KLA Kabupaten Balangan di masa mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Koordinasi dan Sinkronisasi Bapperida Balangan, Mochammad Sulistyono, menegaskan bahwa rapat ini adalah langkah awal memastikan kesiapan program lintas sektor.
Sulistyono juga memaparkan prestasi membanggakan yang diraih Balangan pada periode sebelumnya. Kabupaten Balangan berhasil menunjukkan tren positif dengan kenaikan peringkat yang signifikan.
“Tahun lalu, Balangan sukses meraih predikat Nindya. Capaian ini merupakan peningkatan dari predikat Madya yang kita sandang sebelumnya,” ungkapnya.
Peningkatan predikat tersebut membuktikan bahwa pembangunan di Kabupaten Balangan semakin berpihak pada pemenuhan hak anak. Pemerintah daerah terus melibatkan Forum Anak Daerah serta memperkuat kebijakan dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Sinergi antara kebijakan pemerintah dan keterlibatan aktif organisasi anak menjadi kunci utama dalam mempertahankan serta meningkatkan predikat KLA di tahun ini.

