Perkuat Upaya Pencegahan HIV/AIDS, Pokja II TP-PKK Balangan Ikuti Sosialisasi di Banjarbaru

Oleh: Julfidan
Perkuat Upaya Pencegahan HIV/AIDS, Pokja II TP-PKK Balangan Ikuti Sosialisasi di Banjarbaru

Banuasanggam.com, Banjarbaru — Perwakilan Pokja II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Balangan menghadiri agenda sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di Novotel Hotel Banjarbaru, Senin (14/9/2026).

Keikutsertaan kader PKK Balangan tersebut bertujuan untuk memperdalam pengetahuan teknis mengenai langkah-langkah pencegahan serta penanganan kasus HIV/AIDS, yang nantinya disebarluaskan kembali kepada lapisan masyarakat di tingkat daerah.

Perwakilan Pokja II TP-PKK Kabupaten Balangan, Sri Maya, memaparkan bahwa forum tersebut menyajikan peta kondisi serta strategi penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Selatan. Salah satu materi krusial yang dipelajari adalah penerapan metode pencegahan ABCDE.

“Pemaparan dari narasumber, Bapak Sukamto, menyoroti skema penanganan HIV/AIDS di Kalsel. Beliau menjabarkan strategi pencegahan lewat konsep ABCDE yang sangat aplikatif untuk diteruskan oleh tiap peserta di wilayahnya,” ujar Sri Maya usai menghadiri kegiatan.

Sri Maya menegaskan, informasi dan wawasan medis yang didapat dari sosialisasi ini akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan. TP-PKK Balangan berkomitmen merancang program edukasi berkala sekaligus membuka ruang kemitraan dengan instansi terkait di daerah.

“Harapan kami, materi edukasi ini bisa segera diimplementasikan di Kabupaten Balangan. Ke depan, kami berencana menjalin kolaborasi bersama dinas teknis demi memaksimalkan gerakan penanggulangan HIV/AIDS,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Selatan, Sukamto, menekankan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa bertumpu pada peran pemerintah atau tenaga medis semata, melainkan butuh sinergi lintas elemen.

Sukamto menyebutkan, penguatan kapasitas pemahaman warga, penerapan gaya hidup bersih dan sehat, serta dorongan deteksi dini melalui skrining kesehatan menjadi pilar penting dalam menekan angka penderita.

“Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan komitmen serta kolaborasi erat semua pihak. Literasi kepada masyarakat harus digalakkan tanpa henti agar stigma berkurang dan pemahaman warga makin membaik,” tandas Sukamto.

Peluang diseminasi informasi hingga tingkat tapak melalui jaringan PKK dinilai amat strategis untuk memupuk kepedulian masyarakat Balangan terhadap bahaya penyakit menular, sekaligus menguatkan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga.

Artikel Menarik Lainnya