BANUASANGGAM.COM, BALANGAN – Memastikan kualitas bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari zat berbahaya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan menggelar inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lampihong, Desa Tampang, Kamis (30/7/2026).
Langkah tersebut difokuskan pada pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang menjadi bahan baku pasokan dapur gizi di wilayah setempat.
JF Keamanan Pangan DKP3 Balangan, Nor Sebtiani, mengungkapkan bahwa tim di lapangan mengambil sejumlah sampel sayur dan buah yang biasa diolah menjadi hidangan.
“Kami mengambil sampel bahan baku yang ada di gudang SPPG Desa Tampang. Ada tiga jenis komoditas yang langsung diuji di tempat, yakni wortel, kelengkeng, dan mentimun,” kata Nor Sebtiani.
Dari hasil uji cepat yang dilakukan petugas, ketiga komoditas tersebut dinyatakan bersih dan negatif dari kandungan residu pestisida berbahaya.
Ia menambahkan, pemeriksaan ini bukan sekadar agenda rutin Bidang Ketahanan Pangan daerah, melainkan mandat langsung dari pemerintah pusat yang mewajibkan pengawasan ketat di setiap titik instansi pelayanan gizi daerah.
Aksi pemantauan pangan ini juga mendapat kawalan ketat dari aparat penegak hukum. Perwakilan Satgas Pangan Polres Balangan, Aipda Ari Wisuda, menyatakan kesiapan kepolisian dalam mendukung sterilisasi bahan pangan demi menyukseskan program prioritas nasional.
“Polres Balangan mendukung penuh langkah DKP3. Melalui peninjauan ini, kami bisa memantau langsung rantai pasok operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mutunya benar-benar terjaga dan sesuai standar,” tutur Ari.
Apresiasi senada turut dilayangkan oleh Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Balangan, Sri Handayani. Menurutnya, jaminan keamanan pangan ini sangat krusial mengingat skala program yang mencakup ribuan jiwa.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pengujian sampel ini. Pengawasan ketat seperti ini wajib dilakukan karena program ini bersentuhan langsung dengan para penerima manfaat, yang di Kabupaten Balangan sendiri jumlahnya saat ini sudah menembus lebih dari 15 ribu orang,” pungkas Sri Handayani.

