Dunia seni dan budaya Kabupaten Balangan merasakan kehilangan mendalam. H.Muhammad Fahmi Wahid, tokoh seni sekaligus Ketua Dewan Kesenian Balangan, meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026) di kediamannya. Kabar wafatnya dibenarkan oleh rekan dekat almarhum, Faisal Rahman.
Menurut Faisal, almarhum sempat beristirahat seperti biasa pada malam sebelum wafat. “Beliau tidur nyenyak. Pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita belum bangun, lalu dicek oleh keluarga. Saat itu diketahui beliau sudah meninggal dunia,” tuturnya.
Faisal menambahkan bahwa meski pihak keluarga tidak menyampaikan rincian riwayat penyakit, H.Muhammad Fahmi Wahid sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit selama kurang lebih satu pekan. Pada 31 Desember 2025, almarhum diperbolehkan pulang dan dinyatakan dalam kondisi membaik. “Setelah keluar dari rumah sakit, kondisinya terlihat sehat. Karena itu kepergian beliau cukup mengejutkan,” ujarnya.
Lahir di Barabai pada 3 Agustus 1964, almarhum pernah mengabdi sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama sebelum fokus mengembangkan seni, sastra, dan kebudayaan daerah. Ia dikenal sebagai penyair dan penulis produktif yang banyak merekam realitas sosial, budaya, serta kehidupan masyarakat Banua melalui puisi dan tulisan lainnya.
Beberapa karyanya yang telah diterbitkan antara lain Suara Orang Pedalaman (2016), Perjalanan Debu (2018), Tandik Meratus (2019), serta Rista Kabak Burung di Tanah Banyu (2021) yang ditulis dalam bahasa Banjar. Melalui karya-karya tersebut, almarhum turut menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak luas.
Atas dedikasinya di bidang sastra, H.Muhammad Fahmi Wahid pernah menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2011. Di tingkat daerah, ia dipercaya memimpin Dewan Kesenian Balangan untuk periode 2023–2027 dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan seni serta literasi.
Pegiat seni asal Batumandi, Fahrul Razi, menilai almarhum sebagai figur penting dalam ekosistem kesenian Balangan. “Beliau tidak hanya berkarya, tetapi juga berperan sebagai penggerak yang membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, khususnya di kalangan generasi muda. Beliau banyak mendorong anak-anak muda untuk berkarya dan tetap mengenal akar budaya daerah,” ujarnya.
Kepergian H.Muhammad Fahmi Wahid meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, komunitas seni, dan seluruh masyarakat Kabupaten Balangan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga masih dalam proses mempersiapkan rangkaian prosesi pemakaman.

