BANUASANGGAM.COM ,Balangan – Kebun Raya Balangan terus berbenah dalam meningkatkan pengelolaan koleksi tanaman sekaligus memperkuat fungsi edukasi bagi masyarakat.Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pendataan koleksi tanaman yang belum terkelola secara optimal, ditandai dengan pencatatan ganda, belum tersedianya database terstandarisasi, serta minimnya penanda pembeda antara tanaman koleksi dan tanaman spontan di lapangan.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah tanaman koleksi kerap terabaikan.Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat tanaman di Kebun Raya Balangan masih perlu ditingkatkan.Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi berbasis teknologi yang mampu mempermudah identifikasi tanaman sekaligus menjadi sarana edukasi yang mudah diakses oleh pengunjung.Sebagai tindak lanjut pembangunan Kebun Raya Balangan, dilakukan penjaringan ide melalui kegiatan eksplorasi tanaman di wilayah Balangan dan sekitarnya. Tanaman hasil eksplorasi tersebut direncanakan menjadi koleksi tetap Kebun Raya Balangan yang terdokumentasi secara sistematis dalam basis data kebun raya.
Dari hasil penjaringan ide tersebut, muncul beberapa gagasan inovatif untuk mendukung pengelolaan dan edukasi, antara lain pembuatan brosur koleksi tanaman sebagai panduan informasi bagi pengunjung, penyediaan pemandu wisata edukatif untuk menjelaskan manfaat dan klasifikasi tanaman secara langsung, serta pengembangan Barcode Pohon Koleksi Kebun Raya Balangan (BAPOKOL KRB) sebagai sistem digital pendataan tanaman.Berdasarkan kajian kebutuhan dan karakteristik Kebun Raya Balangan.Inovator M. Andy Rufisa, SE, MM, Kamis (29/1/2026) mengatakan, inovasi BAPOKOL KRB dinilai sebagai solusi yang paling tepat dan relevan untuk diterapkan saat ini. Inovasi ini dilakukan dengan memberikan barcode pada setiap tanaman koleksi yang memuat informasi penting, seperti identitas tanaman, koordinat lokasi, manfaat, khasiat, serta keterangan pendukung lainnya.
“Barcode tersebut dapat dipindai menggunakan smartphone sehingga memudahkan pengunjung memperoleh informasi secara cepat dan akurat,” ujarnya.Penerapan inovasi BAPOKOL KRB lanjutnya, juga memberikan berbagai manfaat strategis, di antaranya tersedianya data tumbuhan yang terdokumentasi dalam sistem database terstandarisasi, mendukung upaya mitigasi dan adaptasi tumbuhan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat fungsi konservasi sebagai benteng terakhir dalam melindungi keanekaragaman hayati, termasuk tanaman endemik, eksotis, dan langka.
Menurutnya, dampak nyata dari inovasi ini terlihat dari tersusunnya database koleksi tanaman yang rapi dan terstandar, penataan zonasi serta tematik kebun raya yang semakin jelas, hingga kemudahan identifikasi tanaman bagi pengunjung melalui pemindaian barcode.

