BANUASANGGAM.COM ,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan memberikan dispensasi kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan banjir bandang pada hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026, Senin (5/1/2026). Kebijakan ini sejalan dengan kondisi daerah yang baru memasuki tahap transisi pemulihan pascabencana, setelah status tanggap darurat resmi berakhir pada 3 Januari 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Balangan Rafiul Amal menyampaikan, sekolah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal. Sementara itu, sekolah yang terdampak diberikan kelonggaran untuk menyesuaikan kesiapan sarana prasarana pembelajaran serta kondisi peserta didik.
“Untuk sekolah-sekolah yang tidak terdampak, pembelajaran berjalan normal seperti biasa. Sedangkan sekolah terdampak menyesuaikan kesiapan sarana prasarana dan kesiapan peserta didik. Jika dalam beberapa hari terakhir persiapan dirasa cukup, pembelajaran bisa dimulai besok,” ujarnya pada Minggu (4/1/2026).
Rafiul mengakui bahwa banjir dan banjir bandang sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan sekolah, terutama yang tidak berbahan beton. Kerusakan yang dilaporkan antara lain papan dinding terlepas, lantai terbuka, hingga bagian bangunan yang terkikis arus air.
Untuk sekolah dengan tingkat kerusakan cukup parah, pihaknya tidak menetapkan tenggat waktu khusus untuk memulai kembali pembelajaran. “Sekolah yang terdampak cukup parah tentu kami sesuaikan dengan kondisinya. Kami tidak memberikan deadline khusus, karena persoalan sarana prasarana ini perlu perhatian serius dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa,” katanya.
Ia menegaskan, dispensasi yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah masa transisi pemulihan, tanpa mengabaikan keselamatan, kenyamanan, dan kesiapan peserta didik di wilayah terdampak.
Seiring dimulainya semester genap, Disdikbud Balangan juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan. Pada hari ini (5/1/2026), pihaknya akan menggelar rapat validasi jumlah siswa yang terdampak banjir. “Hasil validasi tersebut nantinya menjadi dasar pemberian bantuan, khususnya pakaian dan peralatan sekolah bagi siswa yang terdampak,” jelas Rafiul Amal.

