1.976 Pelajar Terdampak Banjir di Balangan Akan Dapat Bantuan Seragam – 52 Sekolah Juga Dapat Perbaikan Fasilitas

Oleh: Julfidan
1.976 Pelajar Terdampak Banjir di Balangan Akan Dapat Bantuan Seragam – 52 Sekolah Juga Dapat Perbaikan Fasilitas

1.976 Pelajar Terdampak Banjir di Balangan Akan Dapat Bantuan Seragam – 52 Sekolah Juga Dapat Perbaikan Fasilitas

Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menyediakan bantuan seragam sekolah bagi pelajar yang terdampak banjir dan banjir bandang. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana.

Kepala Disdikbud Balangan, H. Abiji, menyampaikan bahwa hasil pendataan menunjukkan terdapat sekitar 1.976 pelajar yang terdampak di sejumlah wilayah. “Dari hasil pendataan kami, secara keseluruhan terdapat sekitar 1.976 pelajar yang terdampak banjir dan banjir bandang,” ujarnya pada Senin (5/1/2026).

Berdasarkan catatan, sebanyak 13 Sekolah Dasar (SD), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 35 Taman Kanak-kanak (TK) mengalami kerusakan fasilitas akibat terendam banjir. TK menjadi jenjang pendidikan yang paling banyak terdampak.

“Untuk sekolah yang sempat terendam, tercatat 13 sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama. Sementara yang paling banyak terdampak adalah taman kanak-kanak, sekitar 35 sekolah,” terangnya.

Abiji menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencakup penyediaan seragam siswa terdampak serta perbaikan meja, kursi, dan sarana pendukung pembelajaran lainnya. Rencana anggaran untuk bantuan dan perbaikan tersebut akan menggunakan dana darurat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Balangan tahun 2026.

“Rencananya anggaran akan menggunakan dana darurat APBD 2026. Hari ini kami juga akan menggelar rapat untuk membahas hal tersebut, mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” katanya.

Saat ini Kabupaten Balangan memasuki masa transisi pemulihan pascabencana, sehingga pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan pelajar tidak terkendala dalam mengikuti pendidikan.

Artikel Menarik Lainnya